SEKILAS PROFIL
Meskipun merupakan komunitas publik, beberapa orang ini merupakan kontributor tetap mata senja, menjadikannya wadah untuk menaruh karya. Berikut sedikit deskripsi singkat tentang mereka, dengan gaya bahasa yang sedikit lebih santai dan berbeda. Hanya menekankan bahwa semua orang ini - termasuk admin - juga manusia yang doyan bercanda.
Rihandiko Hari Romadhona (Ricko)
Merupakan pendiri sekaligus penanggung jawab utama Mata Senja. Orangnya tenang, easy going, dan tipe pengambil keputusan - terbukti dari seringnya dia memutuskan untuk tidak berangkat kuliah dan menggantinya dengan tidur siang. Menyenangi jalan-jalan, bermain bilyard, karaoke, dan menggarapi Ode. Karya-karyanya condong ke arah ekspresionis, mengedepankan ekspresi wajah dari subyek fotonya. Selain berkecimpung di dunia fotografi, fans klub sepakbola MU ini sekarang masih menyelesaikan studinya di jurusan informatika di salah satu universitas negeri di Malang dan pemburu hadiah turnamen video game DotA paruh waktu.
Profil lebih jauh dan foto-fotonya bisa dilihat di sini.
Profil lebih jauh dan foto-fotonya bisa dilihat di sini.
Rodelas Ari Bayu (Ode/Rodelas)
Juga salah satu pendiri Mata Senja dan yang memiliki antusiasme dan pengalaman membidik di belakang viewfinder paling tinggi di antara yang lain.
Kekuatan karyanya terletak pencahayaan dan post-processing yang menguatkan karakter fotonya.
Hasil fotonya sering terlihat unik, seperti jugamukanya keberadaannya.
Pengagum Darwis Triadi, Pieter Hugo dan Annie Leibovitz ini dulunya merupakan seorang idealis / naturalis yang menolak untuk mengedit foto-fotonya namun kemudian berdamai dengan realita dan menerima bahwa pos-proses (editing) terkadang memang mampu meningkatkan "kekuatan kesan" suatu hasil foto.
Menurutnya, fotografi adalah tentang menangkap momen.
Hasil fotonya sering terlihat unik, seperti juga
Pengagum Darwis Triadi, Pieter Hugo dan Annie Leibovitz ini dulunya merupakan seorang idealis / naturalis yang menolak untuk mengedit foto-fotonya namun kemudian berdamai dengan realita dan menerima bahwa pos-proses (editing) terkadang memang mampu meningkatkan "kekuatan kesan" suatu hasil foto.
Menurutnya, fotografi adalah tentang menangkap momen.
Sebagai seorang teman, dia selalu menjadi sumber semangat dan kebahagiaan bagi teman-temannya yang lain - dengan mengorbankan kebahagiaannya sendiri (semoga anda paham maksud saya).
Di antara teman-teman yang lain di Mata Senja, dia adalah satu-satunya yang berbeda keyakinan. Dia yakin bahwa dia tampan, sementara teman-temannya yakin dia sebetulnyaorang utan sangat tampan.
Untuk melihatmakhluk gaib ini halaman pribadinya, bisa langsung cek di sini.
Di antara teman-teman yang lain di Mata Senja, dia adalah satu-satunya yang berbeda keyakinan. Dia yakin bahwa dia tampan, sementara teman-temannya yakin dia sebetulnya
Untuk melihat
Calvin Ramadhanta (Calvin/Peteng)
Dingin, kalem dan terkesan misterius. Merupakan satu dari tiga pendiri Mata Senja, dia lebih bisa dibilang seniman manipulasi foto daripada seorang fotografer. Memiliki sense of art yang tinggi namun jarang tersalur. Selain fotografi, Calvin juga menjadi penikmat sekaligus pemain musik dan video game. Seleranya soal keindahan - entah musik, visual, bahkan wanita - cukup diakui.
Dia menganggap keindahan sejati terletak pada hal yang tidak bisa dia miliki. Itulah kenapa, dia jatuh cinta berulang kali - pada kekasih orang.
Jika anda ingin melihat hasil foto, berkenalan atau mengajak makan malam orang ini, silahkan lihat halaman pribadinya di sini.
Dimas Sidhi Gumilang (Dimas/Samid)
Tidak banyak yang bisa dideskripsikan mengenai orang ini, karena jika membaca ini - deskripsi tentang dirinya sendiripun, dia tidak akan perduli. Sebagai seorang fotografer, dia masih bereksperimen dengan karya-karyanya sendiri - mencoba menemukan jati diri dalam dunia fotografi.
Karena menurutnya persoalan jati diri, ciri khas (trademark) dan identitas dalam berfotografi adalah penentu apakah seseorang akan menjadi dikenal karena orisinalitas karya-karyanya, seperti Richard Avedon, Ansel Adams, Robert Capa - atau hanya orang biasa yang memegang kamera.
Selain foto, dia juga menikmati kopi, sendiri, rokok trubus alami, dan berlama-lama di kamar mandi - tepat ketika kamar mandi tersebut banyak yang antri (sebetulnya sih, berdasarkan saksi, itu karena dia m********i) .
Di antara semua hal di dunia ini, dia merasa bersyukur akan keberadaan orang-orang terdekatnya, dota, vodka, dan seorang wanita berinisial R dan berakhiran A.
Halaman pribadinya bisa dilihat di sini.
Affrizal Diego Pramata (Diego)
Bisa dikatakan orang ini adalah IT staff Mata senja. Dalam fotografi masih belum banyak berkarya namun terus berlatih mempertajam skillnya. Mantan gamer yang pensiun karena mulai cemas dengan bertambahnya usia.
Hobi dari saudara sepupu Ricko ini antara lain jalan-jalan, makan, nonton film, dan memberi komentar atas banyak hal - termasuk hidup orang lain.
Halaman pribadinya bisa dilihat di sini.
NB : Orang ini tidak bisa kungfu.
Yerry Anggoro (Yer)
Menghabiskan 80 persen waktunya dalam sehari di belakang layar smartphone membuat orang ini dipercaya untuk tugas bersosialisasi di di dunia maya - membuat waktunya lebih berguna. Seorang mahasiswa Teknik Informatika yang berjuang melawan kejamnya semester-semester tua. Sering dicurigai teman-temannya mengidap kepikunan usia dini, dia tetap yakin bahwa dirinya normal (meskipun saya pribadi meragukannya).
Silahkan langsung lihat dan hubungi dia di sini. Jangan khawatir, jika anda adalah seorang pria tampan ,dia akan sangat ramah menjurus ke arah manja pada kesempatan pertama.





LOL......
BalasHapusSamid tolong
BalasHapusWkwkwkke